13/11/11

Blow Dry Termahal di Dunia

Share this history on :

Satu kali blow dry harganya mencapai Rp4,4 juta.

Blow Dry (inmagine.com)
Untuk membuat rambut lebih cantik dan mengembang, blow dry memang selalu jadi andalan. Dengan harga terjangkau dan waktu yang cepat tampilan rambut bisa jadi lebih maksimal. 

Penataan rambut ini sebenarnya tak tergolong mahal. Namun, di salon Urban Retreat, Harrods, pusat perbelanjaan bergengsi di Inggris, untuk melakukan blow dry Anda harus merogoh kocek sebesar £320 atau Rp4,4 juta.

Seperti dilansir dari Daily Mail, dengan harga sebesar itu, blow dry ini disebut-sebut sebagai yang termahal di dunia. Lalu apa yang membuat harganya bisa sangat mahal? Diciptakan oleh Truffle by Fuente, sebuah brand produk penataan rambut, blow dry ini menggunakan produk sampo dan conditioner khusus.

Produk tersebut ternyata terbuat dari kulit white truffle yaitu jamur putih langka, serbuk berlian dan ekstrak meteorit. Produk ini diklaim bisa bereaksi secara 'cerdas' untuk menangani masalah dan kebutuhan rambut tiap individu. Mengembalikan kondisi rambut  sehat juga jadi tujuan blow dry ini, separah apapun tingkat kerusakannya. 

Paket blow dry ini termasuk produk Truffle Shampoo dan Truffle Conditioner yang bisa dibawa pulang. Saat blow, pelanggan juga mendapatkan pijatan dengan batu hangat atauhot stone cranial massage.

Fakta lainnya yang menarik adalah, serbuk berlian yang terdapat pada sampo dan conditioner berasal dari rumah penghasil berlian di Belanda yang sudah berumur 250 tahun. Serbuk dibuat dengan teknologi khusus menggunakan medan magnet. Artinya serbuk berlian mengandung muatan positif dan membat rambut lebih bersinar dan sehat. 

Lalu, ekstrak meteorit yang digunakan merupakan hasil pengembangan ilmuwan Jepang, Takeshi Kakegawa. Ekstrak ini memiliki dua fungsi pada rambut. Pertama, karena ekstrak ini mirip dengan mineral pada rambut manusia, sehingga bisa memperkuat dan menyuburkan rambut. Kedua, ekstrak ini memungkinkan sistem 'reaksi cerdas' menangani masalah rambut tiap individu.

Related Post:

0 comments:

Posting Komentar

Loading

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More