Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Cerita. Tampilkan semua postingan

23/06/12

Alasan Mengapa Istri Dilarang Clubbing

Alasan Mengapa Istri Dilarang Clubbing

Kisah Humor Dewasa
Dua orang wanita (para istri) tinggal bertetangga, janjian utk clubbing bareng.Di tempat dugem, mereka berdua minum minuman keras sampai mabuk berat.

Pulang dari clubbing, mereka pun jalan kaki. Dan Tiba-tiba mereka kebelet kencing. Karena jalan pulangnya melewati MAKAM PAHLAWAN, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk kencing di MAKAM tersebut. Sesaat setelah kencing:

Istri 1: "Eh, lo nge-lapnya pake apa?"

Istri 2: "Pake CD gue aja, ntar langsung gue buang.. kalo Loe?"

Istri 1: "Waahhh.. CD gue mahal, mana baru beli lagi... sayang ahh..!! Tapi pakai apaan ya..??"

Istri 2: "Pake itu aja tuh..!" (sambil nunjuk kertas karangan bunga di atas batu nisan)

Dengan cuek, Istri 1 ngambil kertas karangan bunga itu buat ngelap. Dan mereka pun pulang...

Besok paginya para suami yang kesel nge-liat kelakuan istri2 mereka, ngobrol lewat pagar rumah:

Suami 1: "Kayaknya istri-istri kita harus dilarang dugem deh...!!"

Suami 2: "Iya pak, masa tadi malam aja, istri saya pulang ngga pake CD..!!! Dikemanain tuh CD..!!"

Suami 1: "Masih mending pak... waktu istri saya tidur, di selangkangan istri saya malah ada kartu ucapannya yg isinya... 'DARI KAMI SEMUA ANGGOTA KOREM TNI-AD... KAMI TAKKAN PERNAH MELUPAKAN JASAMU...!!"

21/06/12

Humor: Cerita Pelamar Kerja Umur 17 Tahun

Ini adalah sebuah formulir lamaran pekerjaan yang diserahkan seorang anak 17 tahun di sebuah restoran Mc'D di Florida...
dan mereka mempekerjakan dia karena ia jujur dan lucu.
FORMULIR PENGAJUAN LAMARAN PEKERJAAN

Nama : Greg Bulmash
Sex : Belum pernah. Masih menunggu orang yang tepat. (Sex di sini maksud'y jns kelamin)
Posisi yang diinginkan : Presiden atau Wapres perusahaan. Tapi serius, apa saja boleh. Kalau saya bisa memilih, saya tidak akan melamar di sini.
Gaji yg diinginkan : $ 185.000 / tahun ditambah opsi saham dan paket bergaya Michael Ovitz. Jika itu tidak mungkin, maka kita bisa melakukan tawar-menawar.
Pendidikan : Ya
Posisi terakhir : Sasaran atas kebencian manajemen menengah.
Gaji : Kurang dari yang saya inginkan.
Prestasi paling penting : Koleksi pulpen dan stiker 'post-it' curian yang luar biasa.
Alasan keluar : "It sucked" (Terjemahin sendiri gan.. )
Siap bekerja : Tentu saja. Maka dari itu saya melamar.
Waktu yang tersedia : 1.30 - 3.30 siang, Senin, Selasa dan Kamis.
Apakah Anda memiliki keterampilan khusus : Ya, tapi itu lebih cocok untuk situasi yang lebih intim.
Bisakah kami menghubungi atasanmu yang sekarang? : Kalau saya punya atasan, apakah saya akan berada di sini?
Apakah Anda memiliki kondisi fisik yang melarang anda mengangkat sampai seberat 50lbs? : 50lbs dari apa?
Apakah Anda memiliki mobil? : Saya kira pertanyaan yang tepat adalah "Apakah Anda memiliki mobil yang berjalan?"
Pernakah Anda menerima penghargaan ataupun pengakuan khusus? : Saya mungkin sudah memenangkan undian dari penerbit Clearinghouse.
Apakah kamu merokok? : Saat bekerja, tidak; Saat istirahat, ya.
Apakah yang ingin Anda lakukan dalam lima tahun ke depan? : Hidup di Bahama dengan supermodel pirang bodoh yang sangat kaya yang berpikir saya adalah hal terbesar sejak awal. Sebenarnya, saya ingin melakukan itu sekarang.

Apakah Anda menyatakan bahwa pernyataan di atas adalah benar dan lengkap menurut pengetahuan terbaik Anda? : Ya. Tentu saja.





Jadi ceritanya nih anak, dipanggil wawancara gan, nih kutipan tes wawancaranya..

Q : Penanya
A : Pelamar

===

Q : Bagaimana Anda menjatuhkan telur mentah ke lantai beton tanpa memecahkannya?
A : Lantai beton sangat susah untuk pecah, pak.

Q : Jika 10 orang membangun sebuah dinding dalam 8 jam, berapa lama waktu yang dibutuhkan 4 orang untuk membangunnya?
A : Ga perlu waktu sedikitpun. Kan dindingnya sudah dibangun sama yang 10 orang.

Q : Jika Anda memiliki 3 apel dan 4 jeruk di satu tangan dan 4 apel dan 3 jeruk di tangan yang lain, apa yang Anda miliki?
A : Tangan yang sangat besar.

Q : Bagaimana Anda mengangkat gajah dengan satu tangan?
A : Ga masalah, karena kita tidak akan pernah menemukan gajah dengan satu tangan.

Q : Jika Anda melempar bata merah ke laut biru, apa yang akan terjadi?
A : Itu akan basah dan tenggelam.

Q : Apa yang terlihat seperti setengah apel?
A : Setengah sisi yang satunya.

Q : Apa yang terjadi ketika roda diciptakan?
A : Hal ini menyebabkan revolusi.

Q : Teluk Benggala ada di mana?
A : Di laut.

===
Kemudian penanya berkata : "Saya telah menanyakan pertanyaan2 mudah, sekarang saya mempunyai 1 pertanyaan terakhir yang sangat sulit dan wawancara ini selesai."

Q : Mana yang lebih dulu, siang atau malam??
A : Tentu saja siang.

Q : Kenapa?
A : Maaf, Bapak berjanji hanya menanyakan 1 pertanyaan sulit.

04/06/12

pilot tersesat dan suku kanibal


Pada perang dunia ke dua, tiga pesawat
Belanda jatuh di Kalimantan. Ketiga
pilot itupun akhirnya disandera oleh warga

setempat yang ternyata adalah
orang Dayak. Kebetulan orang2 suku kanibal
tersebut adalah ‘head hunter’ dan
sekaligus kanibal. Mengetahui hal tersebut,

ketiga pilot yg takut
tersebut memohon agar tidak dibunuh.
Maka kepala suku setempat berkata, ‘Kalo
kamu semua masih mau hidup,
kalian harus pergi ke hutan dan bawa
kembali SEPULUH buah yg jenisnya
sama.

Tapi kalian hanya mendapatkan
waktu tiga jam !’ Dengan sangat cepat
ketiga pilot itupun akhirnya lari ke hutan
untuk mencari buah-buahan.


Setelah dua jam pilot pertama pun
akhirnya datang membawa sepuluh buah
apel.

Kepala Suku: Baik kamu telah
membawa 10 buah apel. Sekarang
masukkan
semua apel itu melalui lobang pantat kamu
satu persatu. Kalau kamu
merintih, atau membuat suara, kamu akan
saya potong-potong jadi sate!!

Dengan perlahan-lahan sang pilot mencoba
memasukkan apel pertama tanpa
merintih. Dengan penuh perjuangan dan
ketahanan akhirnya apel pertama
bisa dia masukkan. Namun di apel yg ke
dua ia tidak bisa menahan sakit
dari ng-ngnya, dan seraya merintih.
Dengan kejam sang kepala suku
memenggal kepala sg pilot.

Maka naiklah ia
ke surga.
Pilot kedua datang membawa 10 buah
lengkeng. Dan kepala suku memeberikan
instruksi yg sama kepada sang pilot. Dalam
hati, ‘Yah kalo lengkeng sih
gampang!’
Dan memang betul. Satu lengkeng masuk,
dua lengkeng, tiga
lengkeng ……..tapi pada saat ia
memasukkan lengkeng yg ke sepuluh sang
kepala suku tiba2 memotong kepalanya.

Saat pilot 2 naik ke surga ia bertemu
dengan pilot 1.
Pilot 2: Wah kamu mati juga ya?
Pilot 1: Iya aku bawa apel sih. Kan sakit!
Sialan itu kepala suku,
syaratnya berat banget! Trus kamu bawa
buah apa?
Pilot 2: Lengkeng.
Pilot 1: Lengkeng? Itu kan gampang, kecil,
gak sakit lagi!
Pilot 2: Emang betul. Semua lengkeng
hampir aku masukkan semua ke dalam
lobang pantat. Tapi ya itu, tiba2 aku
tertawa dan semua lengkeng yg aku
sudah masukkan keluar semua…..
Pilot 1: Bego kamu! Kog ketawa?
Pilot 2: Habis pas mau masukin lengkeng
no.10 aku liat Pilot 3 bawa DUREN!

04/05/12

Dua Sahabat, Satu Cewek



Ada dua orang sahabat, Salim dan Jono, bekerja pada sebuah perusahaan besar. Suatu saat mereka berdua ada tugas training ke Jakarta selama 1 bulan penuh. Karena jauh dari istri, pada hari ke-20 mereka tidak tahan untuk melampiaskan nafsu mereka.
Akhirnya Salim mengajak Jono ketempat lokalisasi. Setibanya disana, cewek yang ada cuma ada satu, yang lain sedang di booking. Lalu mereka kompromi, Jono mempersilahkan Salim untuk masuk kamar duluan bersama cewek tersebut.
Selang 20 menit Si Salim keluar kamar…
Jono: “Gimana Lim?”
Salim: “Biasa aja tuh, masih enakan istriku dirumah”
Setelah itu Jono masuk ke kamar dan 25 menit kemudian dia keluar sambil berkata:
Jono: “Betul katamu Lim, masih enakan istri kamu…”

02/05/12

[Ngakak]ML Itu Ibarat Ngupil, Masa Sih?

Di warung Mpok Inem, pada suatu sore. Toyib, si pemuda lugu lagi berbincang dengan Jack, playboy kampung tersebut yang kadang disebut juga playboy kabel atau playboy cap kelinci. Toyib bertanya kepada Jack mengenai making love? Tentu saja si Jack menjawabnya. Berikut petikan perbincangan mereka.
Toyib : ML (making love) tuh gimana sih rasanya?
Jack : Kayak kamu ngupil aja..Kamu kalo ngupil gimana? Asyik kan? Nah gitu juga dengan ML!
Toyib : trus katanya yang cewek lebih enak ya?
Jack : coba aja kalo kamu ngupil, yang enak hidung kamu atau jari kamu?
Toyib : hidung..
Jack : sama, ML jug gitu
Toyib : iya ya, trus katanya kalo pake kondom jadi gak enak?
Jack : coba deh kamu ngupil pake sarung tangan enak gak?Toyib : hihihi Gak. Terus bagaimana kalo ceweknya tidur dengan cowok lain?
Jack : coba aja kamu ngupil dengan jari orang lain, gak enak kan rasanya?
TOYIB : iya..hihih

29/04/12

Adu Paling Tahan Lama dalam Bercinta



Di sebuah bar terjadi perbincangan antara tiga orang pemuda yang masing-masing berasal dari Asia.

Orang Jepang : "Tadi malam saya bercinta dengan istriku sebanyak tiga kali. Pada pagi hari istriku membuatkan sarapan yang sangat lezat untuk menyenangkan hatiku".

Orang Cina : (Tidak mau kalah) "Tadi malam aku bercinta dengan istriku enam kali. Pada pagi hari istriku membuatkan sarapan pagi dan berkata bahwa ia tidak akan bisa mencintai pria lain."

Lalu mereka bertanya pada orang Indonesia: "Bagaimana dengan kamu... Paimin?"

Paimin : "Hanya sekali."

"Yang benar saja...," kata orang Cina dan Jepang itu nyaris serempak.

"Iya... hanya sekali," tegas Paimin.

"Lalu apa kata istrimu pada pagi harinya?" tanya mereka.

"Awas, jangan berhenti," jawabnya.

Jepang dan Cina: "????!!!"

Apapun Dilakuakan Agar Mahasiswi ini Lulus

Apapun Dilakuakan Agar Mahasiswi ini Lulus

Mahasiswi seksi berjuang apa saja untuk lulus. Kisah mahasiswi seksi yang terancam gagal lulus ujian bersedia melakukan apa saja untuk lulus dengan mendatangi rumah dosennya. Cekidot :

Apapun Dilakuakan Agar Mahasiswi ini Lulus

17/04/12

Ketika Sang Pacar Ingin Melihat Barangku


Cowo : “Yank, aku mo nunjukkin sesuatu
sama kamu..”
Cewe : “apa..??” (kata si cewek dgn
perasaan harap-harap pengen)
Cowo : “tapi boleh gak kita masuk kamar
dulu..?”
Cewe : “boleh..!!” (katanya dgn senyum
manis banget)
Setelah masuk kamar….
Cowo : “boleh ditutup gak pintunya..??”
Cewe : “boleh..!!”
Cowo : “boleh dikunci gak…??”
Cewe : “boleh..!!” (deg-degan..!!)
Cowo : “boleh ditutup gak jendelanya..?”
Cewe : “boleh..!!”
Cowo : “boleh dimatiin gakk
lampunya..??”
Cewe : “boleh banget…!!”
Setelah lampu mati….
Cowo : “kamu mo tau khan apa yg mo
aku tunjukkin..??”
Cewe : “iya chayang…!!”
Cowo : “sini deh…coba kamu pegang
tangan aku..”
Cewe : “apa seh,,dah gak sabar neh!!”
Cowo : “Liat deh…jam tangan aku bisa
nyala loh, gambarnya spongebob lagi,,.
imut ya?
Cewe :#*@+"/grrrrrr,,,,,!!!!

gelora muda

[HUMOR]Digigit Ular Beracun

Pada suatu hari 2 orang bersahabat karib pergi camping ke Gunung Salak… Namanya Jono dan Budi.

Pada pagi hari ke-2 camping, Budi keluar dari kemah ke semak-semak, kencing… Tiba-tiba seekor ular kobra menggigit alat vitalnya… Budi berteriak memanggil bantuan… Untung Jono membawa hp, langsung menelpon UGD:
... “Dok, teman saya digigit ular berbisa, bagaimana cara menolongnya?”
Dokter: “Coba kamu ikat bagian tubuh di atas gigitan & untuk pertolongan pertama kamu hisap bagian yg digigit untuk buang racunnya”
Jono segera menutup hpnya.
Budi bertanya : “Apa kata dokter Jon?”
Jono: “Sorry Bud, kata dokter lu pasti mati!!

01/04/12

Kisah Malam Pertama Janda Kembang dan Duda




Tiga bulan setelah suaminya meninggal, Enny dijodohkan orang tuanya dengan Yopi, duda kampung sebelah. Meskipun sebetulnya masih berduka. Enny akhirnya setuju kumpul dengan Yopi.

Malam pertama mereka, Enny menunggu di tempat tidur, selimutan. Saat Yopi membuka selimut dia melihat Enny tanpa busana, tanpa bra, tapi mengenakan CD warna hitam. Enny bilang,

"Mas Yopi.. bibirku.. tubuhku.. dadaku.. milikmu sekarang.. tapi… maaf mas.. yang berpakaian hitam dibawah.. dia masih berduka cita.."

Yopi mikir sejenak, trus dia bilang.. "Nggak pa-pa say.. tapi sebentar ya.."

Yopi ke kamar mandi. Balik dari kamar mandi, dia sudah bugil dan hanya mengenakan kondom berwarna hitam sambil nyengir Yopi bilang,

"Say.. yang berpakaian hitam dibawah ini.. dia mau menyampaikan bela sungkawa sedalam dalamnya!!"

sumber

09/03/12

Gaya BBM-an Anak Muda Sekarang :hammer [Zaman Puasa Kemaren]

alkisah sepasang remaja sedang ber~BBM ria di waktu sahur

cowok :mahos : cintaaaaaaaaaaaa
cewek : apa say? cowok :mahos : udah ma'em cahur blum?
cewek : ini lagi macak ama mama
cewek : ayank udah cahur ?
cowok :mahos : beloooon
cowok :mahos : aq kan nunggu kamu slesai cahur na
cewek : koq belon sic
cewek : entar ayank chakiet
cewek : klo ayank chakit kan aq cediiiiiiiiih lho

cowok :mahos : aqyu pingin dimasakin ama qamyu
cewek : macakan qyu kan ga enaaa
cowok :mahos : ah masa
cewek : beneraaaan
cowok :mahos : aq ga boleh yach icip~icip
cewek : apa yang mau di~icip~icip
cowok :mahos : masakan buatan mu
cewek : entar kamu bilang masakan qu ga enak
cowok :mahos : klo ayank yang masak pasti farah quinn lewat
cewek : makacih cintaaaa

cowok :mahos : cintaaaaaaaaaaaaaa
cewek : apaaaaaaaaaaaaaaaaaa
cowok :mahos : macakan mu ga gosong kan
cewek : tuh kan kamu jaad
cewek : masakan qu dbilang gosong
cewek : jaaaaad
cowok :mahos : huaaaaa...jangan marah cin
cowok :mahos : beib kan jago macak na
cewek : ah yang benar
cewek : awas klo bilang macakan ku ga enak s
cowok :mahos : demi TUHAN macakan buatan cinta lezat


setelah 30 menit berlalu...

cewek : yank
cowok :mahos : what's up beib?
cewek : aqu mau cahur dulu ya
cewek : ayank juga cahur ya
cowok :mahos : iya ini udah cahuuur
cewek : jaad nya
cewek : kamu cahur duluan cowok :mahos : aduh yank jangan ngambeq donk
cowok :mahos : aqu disuruh sahur ama bonyok q
cewek : koq ga bilang~bilang sich
cowok :mahos : kamu kan lagi masak cahur
cowok :mahos : aqu ga tega kamu sedih cowok :mahos : maka nya aqu diam aja
cewek : co cweeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet
cewek : kamu baik cekali
cewek : klo githu aq cahur dulu ya
cowok :mahos : met cahur ayank
cewek : met cahur too

>>sang cewek pun sahur dan sang cowok :mahos pun tertidur karena kekenyangan

azan subuh pun berkumandang dengan memakai TOA 700 HP di mesjid sebelah
sang cewek pun mengirim BBM

cewek : cholat cubuh ayank
cewek : entar dimarahi malaikat lho



10 menit berlalu
cewek : idih mana nich si ayank
cewek : yank cewek : AYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANK
cewek : kamu kemanaaaaa
cewek : koq aq dicuekin sich
cewek : blz donk BBM na
cewek : pasti tidur ga sholat subuh


10 menit berlalu cewek merasa jengkel akhir nya tertidur dan lupa akan sholat subuh

pukul 07.00 , tempat di kos si cowok :mahos
sang cewek mengunjungi kos si cowok :mahos

cewek : kamu tadi ga blz BBM q yach
cowok :mahos : maav yank
cowok :mahos : aqu ketiduran nunggu kamu sahur
cewek : pasti ga sholat
cowok :mahos : enggak donk
cowok :mahos : aq kan sedang ibadah
cewek : ibadah?
cewek : kan kamu ga sholat tapi tidu cewek : mana ibadah nya?
cowok :mahos : kata Bapak Udstadz, tidurnya orang puasa itu adalah ibadah yank
cewek : yang benar
cowok :mahos : benar koq yank
cewek : aqu baru tau lho
cowok :mahos : sekarang udah tahu kan
cowok :mahos : klo gitu kita ibadah bareng yuks
cewek : boleh juga
cewek : tapi ibadah apaan ?
cowok :mahos : ibadah tidur bareng
cewek : dapat pahala ga?
cowok :mahos : dapat pahala donk
cowok :mahos : malah pahala nya 27 derajad soalnya ibadah berjamaah
cewek : tapi jangan macam~macam ya
cowok :mahos : enggak kan niat nya "IBADAH"

dan 1 menit pakaian mereka berdua berserakan di lantai kos si cowok :mahos


dan 5 menit kemudian

cowok :mahos : enak yank
cewek : enak
cowok :mahos : jangan khawatir
cowok :mahos : ini bukan dosa soalnya ini IBADAH TIDUR BERJAMAAH dan tidur nya orang puasa adalah IBADAH
cewek : kita masuk surga don cowok :mahos : INSYA ALLAH masuk surga
cewek : klo gitu kita sering~sering aja ibadah bareng biar masuk surga

sumber

08/03/12

Kisah Rumah Hantu Pejaten


Rumah bernomor ganjil itu

PEJATEN - Rumah bernomor ganjil di Jalan Rusli Hakim, Pejaten, Pasar Minggu itu terlihat kumuh dan tidak terawat. Di dinding pagar penuh dengan grafiti. Sementara di sampingnya berdiri sebuah mini market modern sekaligus cafe. Di belakangnya, rumah tetangga bertingkat dua terlihat lebih apik. Hanya rumah ini saja yang seperti rumah hantu.

Jika saja rumah ini terawat, tentunya tidak akan kalah dengan rumah-rumah di sekitarnya. Selain halamannya luas, arsitektur rumah tinggal ini termasuk elegan. Sesuai dengan tatanan lingkungan elit di Pejaten itu. Di depan dan sampingnya terbentang Jalan Raya Rusli Hakim dan Jl Siaga yang dipenuhi kendaraan lalu-lalang.

Siapa sangka rumah yang kosong itu ada penghuni. Menurut masyarakat setempat, kalau malam lampunya padam dan kalau siang rumah tua ini tergembok rapi, seperti rumah yang lama ditinggal empunya. Akan tetapi kenyataannya, di dalamnya tinggal seorang wanita paruh baya dengan seorang anak berusia 5 tahun.

Sehari-hari wanita yang berinisial P, 41 th, berprofesi sebagai pemulung, dan Ia sebenarnya adalah salahsatu pewaris dari rumah itu, dan ibu anak yang dirawat P adalah pewaris lainnya. Ibu angkatnya yang merupakan keturunan Jepang meninggal 2 tahun yang lalu, ia tidak meninggalkan harta apa-apa selain rumah, kata Pak Z tokoh masyarakat setempat, harta ibu angkatnya dikuras habis oleh mantan suaminya berinisial Mh, yang menikahinya secara sirri.

Ibu angkat dari P ( sebut saja Izah) adalah isteri ke-4 dari Mh. Puas menguras harta Izah, Mh pun meninggalkan ibu angkat P itu. Dan tidak lama ibu Izah juga meninggal dunia.

Menurut cerita Pak Z, Mh awalnya adalah pemborong rumah itu. Karena Izah seorang janda yang baru ditinggal oleh RH, pemborong rumah yang saat itu sudah punya isteri 3, berusaha memikat sang empunya rumah. Entah ‘pelet’ apa yang Ia pakai, si empunya rumah pun jatuh ‘ke pelukan’ si pemborong, kejadian itu berlangsung 1978.

Meski dinikahi sirri, Izah dan Mh tetap berharap punya anak. Menunggu beberapa tahun, namun harapan tak terkabul juga, akhirnya mereka mengadopsi anak terlantar dari sebuah rumah sakit yang tidak jauh dari tempat mereka tinggal. Itulah dia Ma,37 th, si ibu dari anak yang diasuh oleh P.

Sementara Ma sendiri kini sedang direhabilitasi di sebuah panti, ia mengalami gangguan jiwa karena diperkosa sebanyak 5 kali sejak ia SMP. Bahkan Si Pemerkosa ke-5, seorang penjual Mie Ayam keliling berhasil membuahkan seorang anak, sebut saja Planet, 5 tahun. P-lah yang sehari-hari merawat Planet sejak ibunya dipantikan.

Sedangkan P, adalah anak yang diadopsi di zaman suami sebelum Mh yaitunya Pak RH yang juga punya isteri di tempat lain. Pak RH-lah sebenarnya mengupahkan membangun rumah itu ke Mh, ketika itu pasangan RH dan Izah mengontrak tidak jauh dari situ. Setelah RH meninggal sementara rumah itu baru pondasi, selanjutnya bukan saja memperbaiki rumah yang menjadi tanggungan Mh tapi juga sekalian jandanya.

Di sini pulalah kisah dimulai, ketika semuanya meninggal; RH, Mh dan terakhir Izah. Rumah itu menjadi tanggungjawab P dan Ma yang nota bene adalah anak angkat resmi Izah semuanya didukung surat adopsi. Ia menjadi pewaris terkait juga surat wasiat dari Izah sebelum meninggal.

Tapi dalam perjalanan waktu, P dan Ma tidak bisa memberlakukan rumah itu seperti miliknya, meski ia bisa menempati rumah itu. Ujug-ujug datang anak RH dari isteri lain (bukan Izah) berinisial Az, yang seorang angkatan (sekarang sudah mantan) dan beristeri seorang wakil rakyat (sekarang sudah mantan). Dengan alasan rumah itu dibangun saat bapaknya (RH) ada, jadi ia juga berhak mewarisi sebagian dari rumah itu.

Sengketa itu berlanjut ke pengadilan dan dimenangkan oleh P dan Ma, karena didukung oleh surat wasiat dari Izah tentang warisan rumahnya. Meskipun di atas kertas P dan Ma adalah pewaris, tapi penguasaan berada di tangan Az. Surat keputusan pengadilan dan sertifikat rumah ada pada Az yang berdomisili di Jakarta Timur.

“Jadi P dan Ma tidak bisa menjual rumah itu karena surat dikuasai oleh Az yang kerap mengintimidasinya. Padahal P yang sehat akal dan pisiknya pengen rumah itu dijual dan membeli rumah kecil untuk mereka bertiga dan sisanya buat modal hidup,” jelas Pak Z.

Akan tetapi karena tidak bisa, tutur Pak Z, untuk bertahan hidup ia harus memulung. P seperti ayam di lumbung, tapi mati kelaparan. Sementara saudara angkatnya meninggalkan anak bersama karena ia harus pula mendapat perawatan karena sakit jiwanya.

Karena itu pulalah Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Dompet Dhuafa (LKC-DD) bersentuhan dengan masalah ini. Anak yang dirawat P, Planet mengalami gizi buruk dan busung lapar. Meski sudah 5 tahun ia hanya bisa tertidur dan kerap ditinggal pergi oleh P di rumah kosong bernomor ganjil itu karena ia harus memulung.

Anak ini sebenarnya sudah diobati oleh Puskesmas di kawasan itu, beberapa pekan lalu. Kebetulan jam 2 malam (dinihari) P tertangkap tangan oleh Pak RW ketika memulung mengendong anak malam-malam. Pak RW memberikan teguran dan mendesak P untuk menceritakan tentang keadaan mereka. Setelah mendengar kisah P, esok harinya Pak RW mendatangi Pak RT dan terus ke kelurahan dan Puskesmas.

Karena merasa kecolongan akhirnya pihak Puskesmas dan Kelurahan bertindak cepat untuk mengobati Planet. Tim medis langsung turun menimbang dan memberikan makan tambahan untuk perbaikan gizi Planet. Namun ternyata hal itu tidak cukup, Planet ternyata harus dirawat itensif di rumah sakit, dari Puskesmas sudah diberikan rujukan dan harus segera dirawat.

Hal itu pula alasannya Pak RW meminta bantuan LKC Dompet Dhuafa yang langsung segera dengan ambulan untuk mengevakuasi Planet. Hanya saja setelah sampai di sana, Rabu (11/1/2012) sore, LKC tidak menemukan Planet, karena ia pergi dibawa oleh P entah kemana.

Sementara itu LKC Dompet Dhuafa sudah berkoordinasi dengan Sekjend KPAI (M. Ihsan), SOS Children (Ilma), Anak Emas dan Dongeng Ceria (Kak Iman Surahman) dan aktivis perlindungan anak lainnya untuk bersama-sama membantu si anak setelah kesehatannya dibantu LKC. Sayang planet beredar dan belum ditemukan sampai saat ini. Pak RW dan jajarannya sedang melakukan pencarian untuk segera memberikan solusi bagi kehidupan Planet. Semoga segera ditemukan.


*Nama dan sumber sengaja disamarkan

06/03/12

Kisah Nyata Inspiratif, 17 Tahun Menggendong Suami yang Lumpuh

ilustrasi
Seorang istri berjuang membantu suaminya seorang guru yang lumpuh dengan cara menggendong menuju tempat mengajar selama lebih dari 17 tahun Du Chanyun adalah seorang guru di kampung Dakou kota Liushan, tepatnya di pedalaman pegunungan Tuniu. Chanyun adalah tumpuan harapan dari 500 KK yang tersebar di kampung Dakou.

Tahun 1981, setelah lulus SMA, ketika itu usianya 19 tahun, Chanyun memutuskan menjadi seorang guru SD di kampung Dakou. Pria asal kampung Nancao, Provinsi Henan ini adalah seorang guru yang gigih. Selama sepuluh tahun, setiap bulan dia hanya memperoleh gaji guru sebesar 6.5 Yuan Renmibi (sekitar Rp. 7.000).

Suatu hari, di tahun 1990, bencana datang menimpanya. Saat itu adalah musim panas. Hujan badai membasahi ruangan kelas sekolahnya. Biasanya, di liburan musim panas, orang-orang di kampung itu mengumpulkan uang untuk memperbaiki sekolah, Du Chanyun begitu bersemangat bekerja, kehujanan pun tetap kerja memindahkan batu, seluruh badan basah kuyup.

Akhirnya pada suatu hari, dia jatuh sakit, sakit berat karena kehujanan dan capek. Sayangnya, setelah sembuh ia mendapatkan tubuhnya dia sudah tidak mampu dibuat berdiri lagi. Tubuh sisi kirinya tidak dapat digerakkan. Meski begitu, ia khawatir, mengajar akan menjadi sebuah mimpi yang jauh baginya.

Istrinya, Li Zhengjie merasakan isi hati sang suami. Untuk menentramkannya, Li mengatakan, “Kamu jangan kuatir, kamu tidak bisa jalan, sampai panggung pun saya akan menggendongmu,” demikian ujar wanita dari kampung yang buta huruf ini.

Menopang Suami
Tak urung, Li memikul tanggung jawab keluarga. Setiap hari, ia harus menggendong suaminya menjadi seorang guru dari rumah sampai sekolah yang jaraknya 6 mil. Sejak 1 September 1990, jadwal hidup Li seperti ini. Setiap hari mulai pagi-pagi, Li Zhengjie bangun menanak nasi, membangunkan 4 anggota keluarganya dan menyiapkan mereka makanan. Setelah makan, ia harus menggendong suaminya berangkat mengajar.

Di sepanjang jalan, Li meraba, merangkak jatuh bangun sampai tiba di sekolah. Di sekolah, Li menempatkan suaminya di kursi lalu menitip pesan ke beberapa murid yang agak besar lantas bergesa-gesa pulang. Maklum, di rumah masih ada sawah yang menunggunya untuk dikerjakan. Sejak memikul tanggung jawab mengendong suaminya, ada dua hal yang paling dia takuti adalah musim panas dan musim dingin.

Rumah Du Chanyun berada pada Barat Selatan sekolah, walaupun jarak dari rumahnya ke sekolah hanya 3 mil, namun tidak ada jalan lain, selain dari jalan tikus, dengan batu-batuan yang berserakan, ranting-ranting pohon, sungai kecil.

Hampir Terpeleset ke Sungai
Pada suatu hari di musim panas, saat itu, baru saja turun hujan lebat, Li Zhengjie seperti hari biasa menggendong suaminya berangkat. Air sungai saat itu melimpah menutup batu injakkan kakinya. Li Zhengjie sudah hati-hati meraba-raba batu pijakan, namun tidak disangka ia tergelincir. Arus sungai yang deras menghanyutkan mereka sampai 10 meter lebih.

Untung tertahan oleh ranting pohon yang melintang di hulu sungai. Setelah lebih kurang setengah jam, ayahnya yang merasa khawatir akhirnya datang mencari, mereka ditarik, anak dan menantunya baru berhasil diselamatkan. Li lolos dari ancaman maut.

Dalam beberapa tahun ini, Li Zhengjie terus menggendong suaminya. Entah sudah berapa kali ia jatuh bangun. Pernah suaminya jatuh di posisi bawah. Kadang-kadang Li Zhengjie jatuh di posisi bawah. Suatu hari Li Zhengjie punya akal, setiap jatuh dia berusaha duluan menjatuhkan tubuhnya yang kekar menahan batu yang mengganjal. Li Zhengjie telah berjuang membantu suaminya siang dan malam. Ia bekerja keras dan capek. Sang suami, melihat dengan jelas perjuangan istrinya itu. Hati Du Chanyun merasa iba.

Sang Suami Menggugat Cerai
Pada tahun 1993, Du Chanyun memulai rencana buruk agar sang istri meninggalkannya.Ia tak ingin sang istri menderita. Untuk mencapai tujuan ini, dia mengubah karakternya, sengaja ia mencari gara-gara untuk bertengkar. Du Chanyun, mulai memakinya. Tentu saja Li Zhengjie merasa tertekan. Setelah 2 kali ribut besar, mereka sungguh-sungguh akan bercerai.

Di hari perceraian yang ditunggu, Li Zhengjie menggendong suaminya naik sepeda. Ia sangat berhati-hati mendorong suaminya ke kelurahan setempat. Semua orang sangat mengenal sepasang suami-istri yang dikenal akrab ini. Begitu melihat tampang keduanya, semua orang makin gembira.

“Saya tidak pernah melihat wanita menggendong suaminya ke lurah minta cerai, kalian pulang saja,” ujar pihak kelurahan. Setelah keributan minta perceraian tenang kembali, Li Zhengjie hanya mengucapkan sepatah kata pada suaminya.

“Walaupun nanti kamu tidak bisa bangun lagi, saya juga akan menggendong kamu sampai tua.”

Tidak Pernah Sekalipun Bolos Mengajar
Kondisi di sekolah tempat Du Chanyun mengajar sangat parah. Meski demikian, kedua pasang suami istri bisa memberikan pendidikan yang baik buat anak-anak. Di sekolah itu, pendidikan sangat kurang baik. Tidak ada alat musik dan tidak ada poliklinik. Namun Du Guangyun menggunakan daun membuat irama musik buat anak-anak. Li Zhengjie naik ke gunung mencari obat ramuan, pada musim panas dia memasak obat pendingin buat anak-anak, pada musim dingin masak obat anti flu buat anak-anak.

Di bawah bantuan istri, dalam 17 tahun, hari demi hari, tidak terhalangi oleh angin hujan, tidak pernah bolos satu kali pun. Suatu hal yang menggembirakan, data yang terkumpul dari kepala sekolah tentang hasil ujian negeri bulan April, tingkat siswa yang lulus dari sekolah SD tersebut mencapai 100 %. Tahun lalu ketika ujian masuk perguruan tinggi, ada 4 orang siswa yang dulu pernah diajari dia masuk ke perguruan tinggi, tahun ini ada 4 lagi yang lulus masuk masuk spesialis.

Kini, setiap hari raya Imlek, murid-muridnya sengaja pulang ke kampung menjenguk bapak dan ibu gurunya, masalah tersebut menjadi peristiwa yang sangat menggembirakan bagi sepasang suami istri guru ini.


05/03/12

Cerita Cinta Yang Paling Menyakitkan



Cerita cinta tak selamanya membuat hidup seseorang menjadi lebih berwarna dan bahagia, tapi ada saat – saat dimana cinta harus mengalami cobaan terberat yang datang dari orang – orang disekitar kita atau bahkan dari orang terdekat kita. Seperti, sahabat, teman, atau bahkan kekasih kita sendiri.

Tapi yang paling penting adalah bagaimana cara kita menyingkapinya agar bisa melalui cerita cinta yang paling menyakitkan tersebut, hingga akhirnya kita menemukan belahan jiwa cinta sejati . Nah, berikut ini cerita cinta yang paling menyakitkan, yang mungkin anda pernah mengalaminya.

Dikhianati sahabat
Sahabat sejati adalah tempat dimana kita bisa berbagi cerita, baik suka maupun duka, bahkan tak jarang sahabat sejati terkadang kedekatanya melebihi saudara. Tapi ketika kepercayaan yang kita berikan menjadi sebuah pengkhianatan, tentu hal itu sangat menyakitkan. Contoh, dibelakang kita ternyata ia mencintai orang yang kita kasihi.

Mencintai orang yang tidak tepat
Saat kita menjalin sebuah hubungan tanpa kita sadari kalau kita mencintai orang yang tidak tepat, seperti jatuh cinta pada playboy atau playgirl yang hanya mempermainkan perasaan kita. Untuk itu sebelum anda terjebak, kenali dulu kebiasaan buruk pria playboy.

Hubungan yang kita jalin hanya sebagai pelarian sidia
Hubungan yang kita jalin ternyata hanya sebagai pelarian sidia, yang bertujuan untuk membalas dendam dengan mantan kekasihnya. Setelah puas dan membuat cemburu mantan kekasih lalu dia akan pergi begitu saja meninggalkan anda, tentu hal ini sangat menyakitkan disaat kita mengetahuinya. Tapi sebelum hal ini menimpa anda, ketahui ciri – ciri sebuah hubungan hanya sebagai pelarian.

Kekasih selingkuh
Nah, yang satu ini pasti semua orang tahu, bahwa selingkuh adalah cerita cinta yang sangat – sangat menyakitkan. Apalagi kalau hal itu terjadi didepan mata anda, sidia sedang bermesraan dengan orang lain. Mungkin hal pertama yang akan anda lakukan adalah cukup satu kata, yaitu “Putus”.

01/03/12

RENUNGAN: Kisah Seorang Pengusaha Yang Akan di Jemput Malaikat




Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.


Malaikat memulai pembicaraan, “kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!


“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . ” kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.


Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit“.


Dengan lembut si Malaikat berkata, “anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu”.


Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Dilayar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka”.


Kata Malaikat, “aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu”


Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh,” Tuhan,
aku tau kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalau pun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.”
dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat”.


Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.


Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !


Dengan setengah bergumam dia bertanya, “apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”


Jawab si Malaikat,’” ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogant, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”.
Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.


Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.


Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, “anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00″.


Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu?. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.
Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.


Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tau tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.


Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.


Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.


Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.


Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.


Cita cita gue jadi Koruptor

Gue jarang banget nonton tipi, maklum soalnya gue gak punya tipi. Tapi semalem gue nonton tipi juga akhirnya dan karena gue dapet kesempatan untuk nonton tipi gue sempetin untuk nonton acara-acara berita yang ada di tipi, Waktu kecil dan masih sekolah TK gue masih inget banget kalo di Tanya bu guru.


Siapa yang nanti kalo udah gede mau jadi dokter??? Terus temen gue ada yang nyaut “saya bu…!! ”Siapa yang udah gede mau jadi polisi, pilot, pembalap?? Temen2 gue pada nyaut “saya bu guru!!” trus dia naya lagi siapa yang nanti udah gede mau jadi artis bokep??? langsung gue jawab “SAYA BUGURU!!!” Nah dulu kalo gue diajarin sama ibu gue kalo di tanyain cita2nya apa, gue harus jawab “jadi Insinyur” padahal gue ga tau insinyur itu apa? Yang gue tau ibu gue “tukang sayur”.


Setelah SMP gue bermimpi jdi seorang Pemusik, maklum anak muda pasti rata2 punyaa mimpi yang sama seperti gue yaitu “pemusik” tapi gambaran itu hilang setelah gue tau kalo pemusik itu harus punya modal besar. dan akhirnya sekarang profesi gue OPERATOR WaRNET dan gue berani sumpah bahwa profesi ini bukan dari salah satu cita2 gue, hehehe tapi mungkin Allah punya rencana lain untuk gue.


Gue nonton tipi dan akhirnya gue bisa ambil kesimpulan bahwa profesi yang paling enak itu artis. Kerjanya santai/woles/selow/santuy pokoknya enak banget, walaupun cape tapi bayaranya sesuai, tapi setelah guenonton berita ternyata profesi paling enak itu bukan artis, melainkan Koruptor.





Mereka duitnya banyak tapi kerjanya dikit, bisa punya rumah,mobil, tanpa harus susah payah, bisa membeli hukum krena alhamdulillahnya hukum di Negara tercinta kita ini bisa di beli sob. →(gaol abes), masuk tipi tiap hari jadi semua saudara anak family bisa liat kita nongol ditipi, setiap jalan pasti di kawal ketat, kalo sakit ga jadi disidang, kalo dipenjara penjaranya bisa di tinggal, bisa dI pakein fasilitas hotel, hukumanya juga sebentar dan ga kerasa tiba2 uah keluar pokoknya enak deh ehhehee dan 1 lagi mungkin kalo gue sukses jadi seorang koruptor gue ga akan bikin artikel ToloOOng! Gue butuh Uang untuk KAWIN padahal gue cuma butuh sekitar 2 juta


Kok cita2 lo aneh banget le ???


Gue juga bingung kalo di Tanya begitu. . apakah Guenya yang tolol atau Negara gue yang goblok… Jawabnya simple “ daripada gue punya cita2 jadi maling sandal?? Tajir kagak…. Tapi dipenjaranya LAMA BANGGET….!!!!


PLiZZZ Bangget NgerTIIn Gu3, j4nGan Pernah Loe Skal1-Kali Copy Paste Cita2 UeE. . .


Itulah cita-citaku, suatu hari kalau ibu guru Tanya itu ke gue, gue akan jawab





saya pingin jadi KORUPTOR BUGURU!!!



29/02/12

Kisah Nyata : Cinta Laki-Laki Biasa



Menjelang hari H, Nania masih saja sulit mengungkapkan alasan kenapa dia mau menikah dengan lelaki itu. Baru setelah menengok ke belakang, hari-hari yang dilalui, gadis cantik itu sadar, keheranan yang terjadi bukan semata miliknya, melainkan menjadi milik banyak orang; Papa dan Mama, kakak-kakak, tetangga, dan teman-teman Nania. Mereka ternyata sama herannya. Kenapa? Tanya mereka di hari Nania mengantarkan surat undangan. Saat itu teman-teman baik Nania sedang duduk di kantin menikmati hari-hari sidang yang baru saja berlalu. Suasana sore di kampus sepi. Berpasang-pasang mata tertuju pada gadis itu. Tiba-tiba saja pipi Nania bersemu merah, lalu matanya berpijar bagaikan lampu neon limabelas watt. Hatinya sibuk merangkai kata-kata yg barangkali beterbangan di otak melebihi kapasitas. Mulut Nania terbuka. Semua menunggu. Tapi tak ada apapun yang keluar dari sana. Ia hanya menarik nafas, mencoba bicara dan? menyadari, dia tak punya kata-kata!
Dulu gadis berwajah indo itu mengira punya banyak jawaban, alasan detil dan spesifik, kenapa bersedia menikah dengan laki-laki itu. Tapi kejadian di kampus adalah kali kedua Nania yang pintar berbicara mendadak gagap. Yang pertama terjadi tiga bulan lalu saat Nania menyampaikan keinginan Rafli untuk melamarnya. Arisan keluarga Nania dianggap momen yang tepat karena semua berkumpul, bahkan hingga generasi ketiga, sebab kakak-kakaknya yang sudah berkeluarga membawa serta buntut mereka. Kamu pasti bercanda! Nania kaget. Tapi melihat senyum yang tersungging di wajah kakak tertua, disusul senyum serupa dari kakak nomor dua, tiga, dan terakhir dari Papa dan Mama membuat Nania menyimpulkan: mereka serius ketika mengira Nania bercanda. Suasana sekonyong-konyong hening. Bahkan keponakan-keponakan Nania yang balita melongo dengan gigi-gigi mereka yang ompong. Semua menatap Nania!

Nania serius! tegasnya sambil menebak-nebak, apa lucunya jika Rafli memang melamarnya. Tidak ada yang lucu, suara Papa tegas, Papa hanya tidak mengira Rafli berani melamar anak Papa yang paling cantik! Nania tersenyum. Sedikit lega karena kalimat Papa barusan adalah pertanda baik. Perkiraan Nania tidak sepenuhnya benar sebab setelah itu berpasang-pasang mata kembali menghujaninya, seperti tatapan mata penuh selidik seisi ruang pengadilan pada tertuduh yang duduk layaknya pesakitan.

Tapi Nania tidak serius dengan Rafli, kan? Mama mengambil inisiatif bicara, masih seperti biasa dengan nada penuh wibawa, maksud Mama siapa saja boleh datang melamar siapapun, tapi jawabannya tidak harus iya, toh? Nania terkesima. Kenapa? Sebab kamu gadis Papa yang paling cantik. Sebab kamu paling berprestasi dibandingkan kami. Mulai dari ajang busana, sampai lomba beladiri. Kamu juga juara debat bahasa Inggris, juara baca puisi seprovinsi. Suaramu bagus! Sebab masa depanmu cerah. Sebentar lagi kamu meraih gelar insinyur. Bakatmu yang lain pun luar biasa. Nania sayang, kamu bisa mendapatkan laki-laki manapun yang kamu mau! Nania memandangi mereka, orang-orang yang amat dia kasihi, Papa, kakak-kakak, dan terakhir Mama. Takjub dengan rentetan panjang uraian mereka atau satu kata 'kenapa' yang barusan Nania lontarkan.

Nania Cuma mau Rafli, sahutnya pendek dengan airmata mengambang di kelopak. Hari itu dia tahu, keluarganya bukan sekadar tidak suka, melainkan sangat tidak menyukai Rafli. Ketidaksukaan yang mencapai stadium empat. Parah. Tapi kenapa? Sebab Rafli cuma laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yg amat sangat biasa. Bergantian tiga saudara tua Nania mencoba membuka matanya. Tak ada yang bisa dilihat pada dia, Nania! Cukup! Nania menjadi marah. Tidak pada tempatnya ukuran-ukuran duniawi menjadi parameter kebaikan seseorang menjadi manusia. Di mana iman, di mana tawakkal hingga begitu mudah menentukan masa depan seseorang dengan melihat pencapaiannya hari ini?

Sayangnya Nania lagi-lagi gagal membuka mulut dan membela Rafli. Barangkali karena Nania memang tidak tahu bagaimana harus membelanya. Gadis itu tak punya fakta dan data konkret yang bisa membuat Rafli tampak 'luar biasa'. Nania Cuma punya idealisme berdasarkan perasaan yang telah menuntun Nania menapaki hidup hingga umur duapuluh tiga. Dan nalurinya menerima Rafli. Di sampingnya Nania bahagia. Mereka akhirnya menikah.

***

Setahun pernikahan. Orang-orang masih sering menanyakan hal itu, masih sering berbisik-bisik di belakang Nania, apa sebenarnya yang dia lihat dari Rafli. Jeleknya, Nania masih belum mampu juga menjelaskan kelebihan-kelebihan Rafli agar tampak di mata mereka. Nania hanya merasakan cinta begitu besar dari Rafli, begitu besar hingga Nania bisa merasakannya hanya dari sentuhan tangan, tatapan mata, atau cara dia meladeni Nania. Hal-hal sederhana yang membuat perempuan itu sangat bahagia. Tidak ada lelaki yang bisa mencintai sebesar cinta Rafli pada Nania. Nada suara Nania tegas, mantap, tanpa keraguan. Ketiga saudara Nania hanya memandang lekat, mata mereka terlihat tak percaya.

Nia, siapapun akan mudah mencintai gadis secantikmu! Kamu adik kami yang tak hanya cantik, tapi juga pintar! Betul. Kamu adik kami yang cantik, pintar, dan punya kehidupan sukses! Nania merasa lidahnya kelu. Hatinya siap memprotes. Dan kali ini dilakukannya sungguh-sungguh. Mereka tak boleh meremehkan Rafli. Beberapa lama keempat adik dan kakak itu beradu argumen. Tapi Rafli juga tidak jelek, Kak! Betul. Tapi dia juga tidak ganteng kan? Rafli juga pintar! Tidak sepintarmu, Nania. Rafli juga sukses, pekerjaannya lumayan. Hanya lumayan, Nania. Bukan sukses. Tidak sepertimu. Seolah tak ada apapun yang bisa meyakinkan kakak-kakaknya, bahwa adik mereka beruntung mendapatkan suami seperti Rafli. Lagi-lagi percuma. Lihat hidupmu, Nania. Lalu lihat Rafli! Kamu sukses, mapan, kamu bahkan tidak perlu lelaki untuk menghidupimu. Teganya kakak-kakak Nania mengatakan itu semua. Padahal adik mereka sudah menikah dan sebentar lagi punya anak.

Ketika lima tahun pernikahan berlalu, ocehan itu tak juga berhenti. Padahal Nania dan Rafli sudah memiliki dua orang anak, satu lelaki dan satu perempuan. Keduanya menggemaskan. Rafli bekerja lebih rajin setelah mereka memiliki anak-anak. Padahal itu tidak perlu sebab gaji Nania lebih dari cukup untuk hidup senang. Tak apa, kata lelaki itu, ketika Nania memintanya untuk tidak terlalu memforsir diri. Gaji Nania cukup, maksud Nania jika digabungkan dengan gaji Abang. Nania tak bermaksud menyinggung hati lelaki itu. Tapi dia tak perlu khawatir sebab suaminya yang berjiwa besar selalu bisa menangkap hanya maksud baik..

Sebaiknya Nania tabungkan saja, untuk jaga-jaga. Ya? Lalu dia mengelus pipi Nania dan mendaratkan kecupan lembut. Saat itu sesuatu seperti kejutan listrik menyentakkan otak dan membuat pikiran Nania cerah. Inilah hidup yang diimpikan banyak orang. Bahagia! Pertanyaan kenapa dia menikahi laki-laki biasa, dari keluarga biasa, dengan pendidikan biasa, berpenampilan biasa, dengan pekerjaan dan gaji yang amat sangat biasa, tak lagi mengusik perasaan Nania. Sebab ketika bahagia, alasan- alasan menjadi tidak penting. Menginjak tahun ketujuh pernikahan, posisi Nania di kantor semakin gemilang, uang mengalir begitu mudah, rumah Nania besar, anak-anak pintar dan lucu, dan Nania memiliki suami terbaik di dunia. Hidup perempuan itu berada di puncak!

Bisik-bisik masih terdengar, setiap Nania dan Rafli melintas dan bergandengan mesra. Bisik orang-orang di kantor, bisik tetangga kanan dan kiri, bisik saudara-saudara Nania, bisik Papa dan Mama. Sungguh beruntung suaminya. Istrinya cantik. Cantik ya? dan kaya! Tak imbang! Dulu bisik-bisik itu membuatnya frustrasi. Sekarang pun masih, tapi Nania belajar untuk bersikap cuek tidak peduli. Toh dia hidup dengan perasaan bahagia yang kian membukit dari hari ke hari.

Tahun kesepuluh pernikahan, hidup Nania masih belum bergeser dari puncak. Anak-anak semakin besar. Nania mengandung yang ketiga. Selama kurun waktu itu, tak sekalipun Rafli melukai hati Nania, atau membuat Nania menangis.

***

Bayi yang dikandung Nania tidak juga mau keluar. Sudah lewat dua minggu dari waktunya. Plasenta kamu sudah berbintik-bintik. Sudah tua, Nania. Harus segera dikeluarkan! Mula-mula dokter kandungan langganan Nania memasukkan sejenis obat ke dalam rahim Nania. Obat itu akan menimbulkan kontraksi hebat hingga perempuan itu merasakan sakit yang teramat sangat. Jika semuanya normal, hanya dalam hitungan jam, mereka akan segera melihat si kecil. Rafli tidak beranjak dari sisi tempat tidur Nania di rumah sakit. Hanya waktu-waktu shalat lelaki itu meninggalkannya sebentar ke kamar mandi, dan menunaikan shalat di sisi tempat tidur. Sementara kakak-kakak serta orangtua Nania belum satu pun yang datang. Anehnya, meski obat kedua sudah dimasukkan, delapan jam setelah obat pertama, Nania tak menunjukkan tanda-tanda akan melahirkan. Rasa sakit dan melilit sudah dirasakan Nania per lima menit, lalu tiga menit. Tapi pembukaan berjalan lambat sekali. Baru pembukaan satu. Belum ada perubahan, Bu. Sudah bertambah sedikit, kata seorang suster empat jam kemudian menyemaikan harapan.

Sekarang pembukaan satu lebih sedikit. Nania dan Rafli berpandangan. Mereka sepakat suster terakhir yang memeriksa memiliki sense of humor yang tinggi. Tigapuluh jam berlalu. Nania baru pembukaan dua. Ketika pembukaan pecah, didahului keluarnya darah, mereka terlonjak bahagia sebab dulu-dulu kelahiran akan mengikuti setelah ketuban pecah. Perkiraan mereka meleset. Masih pembukaan dua, Pak! Rafli tercengang. Cemas. Nania tak bisa menghibur karena rasa sakit yang sudah tak sanggup lagi ditanggungnya.

Kondisi perempuan itu makin payah. Sejak pagi tak sesuap nasi pun bisa ditelannya. Bang? Rafli termangu. Iba hatinya melihat sang istri memperjuangkan dua kehidupan. Dokter? Kita operasi, Nia. Bayinya mungkin terlilit tali pusar. Mungkin? Rafli dan Nania berpandangan. Kenapa tidak dari tadi kalau begitu? Bagaimana jika terlambat? Mereka berpandangan, Nania berusaha mengusir kekhawatiran. Ia senang karena Rafli tidak melepaskan genggaman tangannya hingga ke pintu kamar operasi. Ia tak suka merasa sendiri lebih awal.

Pembiusan dilakukan, Nania digiring ke ruangan serba putih. Sebuah sekat ditaruh di perutnya hingga dia tidak bisa menyaksikan ketrampilan dokter-dokter itu. Sebuah lagu dimainkan. Nania merasa berada dalam perahu yang diguncang ombak. Berayun-ayun. Kesadarannya naik-turun. Terakhir, telinga perempuan itu sempat menangkap teriakan-teriakan di sekitarnya, dan langkah-langkah cepat yang bergerak, sebelum kemudian dia tak sadarkan diri. Kepanikan ada di udara. Bahkan dari luar Rafli bisa menciumnya. Bibir lelaki itu tak berhenti melafalkan zikir. Seorang dokter keluar, Rafli dan keluarga Nania mendekat. Pendarahan hebat!

Rafli membayangkan sebuah sumber air yang meluap, berwarna merah. Ada varises di mulut rahim yang tidak terdeteksi dan entah bagaimana pecah! Bayi mereka selamat, tapi Nania dalam kondisi kritis. Mama Nania yang baru tiba, menangis. Papa termangu lama sekali. Saudara-saudara Nania menyimpan isak, sambil menenangkan orangtua mereka. Rafli seperti berada dalam atmosfer yang berbeda. Lelaki itu tercenung beberapa saat, ada rasa cemas yang mengalir di pembuluh-pembuluh darahnya dan tak bisa dihentikan, menyebar dan meluas cepat seperti kanker. Setelah itu adalah hari-hari penuh doa bagi Nania.

***

Sudah seminggu lebih Nania koma. Selama itu Rafli bolak-balik dari kediamannya ke rumah sakit. Ia harus membagi perhatian bagi Nania dan juga anak-anak. Terutama anggota keluarganya yang baru, si kecil. Bayi itu sungguh menakjubkan, fisiknya sangat kuat, juga daya hisapnya. Tidak sampai empat hari, mereka sudah oleh membawanya pulang. Mama, Papa, dan ketiga saudara Nania terkadang ikut menunggui Nania di rumah sakit, sesekali mereka ke rumah dan melihat perkembangan si kecil. Walau tak banyak, mulai terjadi percakapan antara pihak keluarga Nania dengan Rafli. Lelaki itu sungguh luar biasa. Ia nyaris tak pernah meninggalkan rumah sakit, kecuali untuk melihat anak-anak di rumah. Syukurnya pihak perusahaan tempat Rafli bekerja mengerti dan memberikan izin penuh. Toh, dedikasi Rafli terhadap kantor tidak perlu diragukan.

Begitulah Rafli menjaga Nania siang dan malam. Dibawanya sebuah Quran kecil, dibacakannya dekat telinga Nania yang terbaring di ruang ICU. Kadang perawat dan pengunjung lain yang kebetulan menjenguk sanak famili mereka, melihat lelaki dengan penampilan sederhana itu bercakap-cakap dan bercanda mesra.. Rafli percaya meskipun tidak mendengar, Nania bisa merasakan kehadirannya. Nania, bangun, Cinta? Kata-kata itu dibisikkannya berulang-ulang sambil mencium tangan, pipi dan kening istrinya yang cantik. Ketika sepuluh hari berlalu, dan pihak keluarga mulai pesimis dan berfikir untuk pasrah, Rafli masih berjuang. Datang setiap hari ke rumah sakit, mengaji dekat Nania sambil menggenggam tangan istrinya mesra. Kadang lelaki itu membawakan buku-buku kesukaan Nania ke rumah sakit dan membacanya dengan suara pelan.

Memberikan tambahan di bagian ini dan itu. Sambil tak bosan-bosannya berbisik, "Nania, bangun, Cinta?" Malam-malam penantian dilewatkan Rafli dalam sujud dan permohonan. Asalkan Nania sadar, yang lain tak jadi soal. Asalkan dia bisa melihat lagi cahaya di mata kekasihnya, senyum di bibir Nania, semua yang menjadi sumber semangat bagi orang-orang di sekitarnya, bagi Rafli.Rumah mereka tak sama tanpa kehadiran Nania. Anak-anak merindukan ibunya. Di luar itu Rafli tak memedulikan yang lain, tidak wajahnya yang lama tak bercukur, atau badannya yang semakin kurus akibat sering lupa makan. Ia ingin melihat Nania lagi dan semua antusias perempuan itu di mata, gerak bibir, kernyitan kening, serta gerakan-gerakan kecil lain di wajahnya yang cantik. Nania sudah tidur terlalu lama.

Pada hari ketigapuluh tujuh doa Rafli terjawab. Nania sadar dan wajah penat Rafli adalah yang pertama ditangkap matanya. Seakan telah begitu lama. Rafli menangis, menggenggam tangan Nania dan mendekapkannya ke dadanya, mengucapkan syukur berulang-ulang dengan airmata yang meleleh. Asalkan Nania sadar, semua tak penting lagi. Rafli membuktikan kata-kata yang diucapkannya beratus kali dalam doa. Lelaki biasa itu tak pernah lelah merawat Nania selama sebelas tahun terakhir. Memandikan dan menyuapi Nania, lalu mengantar anak-anak ke sekolah satu per satu. Setiap sore setelah pulang kantor, lelaki itu cepat-cepat menuju rumah dan menggendong Nania ke teras, melihat senja datang sambil memangku Nania seperti remaja belasan tahun yang sedang jatuh cinta.

Ketika malam Rafli mendandani Nania agar cantik sebelum tidur. Membersihkan wajah pucat perempuan cantik itu, memakaikannya gaun tidur. Ia ingin Nania selalu merasa cantik. Meski seringkali Nania mengatakan itu tak perlu. Bagaimana bisa merasa cantik dalam keadaan lumpuh? Tapi Rafli dengan upayanya yang terus-menerus dan tak kenal lelah selalu meyakinkan Nania, membuatnya pelan-pelan percaya bahwa dialah perempuan paling cantik dan sempurna di dunia. Setidaknya di mata Rafli. Setiap hari Minggu Rafli mengajak mereka sekeluarga jalan-jalan keluar. Selama itu pula dia selalu menyertakan Nania. Belanja, makan di restoran, nonton bioskop, rekreasi ke manapun Nania harus ikut. Anak-anak, seperti juga Rafli, melakukan hal yang sama, selalu melibatkan Nania. Begitu bertahun-tahun. Awalnya tentu Nania sempat merasa risih dengan pandangan orang-orang di sekitarnya. Mereka semua yang menatapnya iba, lebih-lebih pada Rafli yang berkeringat mendorong kursi roda Nania ke sana kemari.

Masih dengan senyum hangat di antara wajahnya yang bermanik keringat. Lalu berangsur Nania menyadari, mereka, orang-orang yang ditemuinya di jalan, juga tetangga-tetangga, sahabat, dan teman-teman Nania tak puas hanya memberi pandangan iba, namun juga mengomentari, mengoceh, semua berbisik-bisik. Baik banget suaminya! Lelaki lain mungkin sudah cari perempuan kedua! Nania beruntung! Ya, memiliki seseorang yang menerima dia apa adanya. Tidak, tidak cuma menerima apa adanya, kalian lihat bagaimana suaminya memandang penuh cinta. Sedikit pun tak pernah bermuka masam! Bisik-bisik serupa juga lahir dari kakaknya yang tiga orang, Papa dan Mama. Bisik-bisik yang serupa dengungan dan sempat membuat Nania makin frustrasi, merasa tak berani, merasa?

Tapi dia salah. Sangat salah. Nania menyadari itu kemudian. Orang-orang di luar mereka memang tetap berbisik-bisik, barangkali selamanya akan selalu begitu. Hanya saja, bukankah bisik-bisik itu kini berbeda bunyi? Dari teras Nania menyaksikan anak-anaknya bermain basket dengan ayah mereka.. Sesekali perempuan itu ikut tergelak melihat kocak permainan. Ya. Duapuluh dua tahun pernikahan. Nania menghitung-hitung semua, anak-anak yang beranjak dewasa, rumah besar yang mereka tempati, kehidupan yang lebih dari yang bisa dia syukuri. Meski tubuhnya tak berfungsi sempurna.

Meski kecantikannya tak lagi sama karena usia, meski karir telah direbut takdir dari tangannya. Waktu telah membuktikan segalanya. Cinta luar biasa dari laki-laki biasa yang tak pernah berubah, untuk Nania.
http://www.bluefame.com/topic/87718-cinta-laki-laki-biasa/page__pid__1153713

26/02/12

Humor Malam : Cewek Hamil Di Luar Nikah

Sang ayah Dan ibu sangat murka ketika mengetahui anak perempuan mereka hamil. "Siapa si bedebah itu !" jerit sang ayah, sedang si ibu menangis.

"Suruh dia datang kesini!" Si anak pun menelepon pria yang menghamilinya.



Setengah jam kemudian sebuah mobil Ferrari Merah berhenti di depan rumah.
Seorang lelaki separuh baya keluar dari mobil, memberi salam lalu masuk ke rumah. Lelaki itu berhadapan dengan ibu dan ayah perempuan yang telah dihamilinya.

Dia berkata, "Saya lelaki yang telah menghamili anak anda. Tapi terus terang saya katakan saya tidak dapat menikahi anak anda karena isteri saya tak mengizinkan".
"Namun, saya akan tetap bertanggung jawab".
"Sekiranya anak yang dilahirkan seorang bayi perempuan saya akan wasiatkan untuknya dua buah supermarket, sebuah hotel dan uang tunai 5 milyar rupiah".
"Sekiranya dia melahirkan anak lelaki saya akan wasiatkan untuknya dua buah Kijang, dua buah supermarket, dua buah hotel dan uang tunai 10 milyar rupiah".

"Tapi sekiranya anak anda keguguran apakah yang harus saya lakukan??" Sang ayah berfikir keras. Si ibu berhenti menangis.
Akhirnya sambil menepuk bahu lelaki itu, sang ayah berkata, "Kalau keguguran, kamu boleh coba lagi ya !!"

22/02/12

Dua Hari Balita ini Hidup Bersama Jenazah Ibunya

Kisah bayi tiga tahun ini sungguh memilukan. Tinggal di sebuah tempat di New Zealand bersama ibunya. Cuma berdua mereka di rumah itu. Entah kenapa ibunya, Lauren Silberry yang berusia 28 tahun meninggal. Dan tak ada yang tahu, kecuali si gadis cilik ini. Dua hari Shylah Silberry, begitu nama bayi ini hidup dengan jenasah ibunya. Tak ada pertolongan, sebab tak ada yang tahu. Ia bertahan dengan makanan sisa keju, lasagna, dan susu. Selain jasad ibunya itu, ia ditemai boneka beruang kesayangannya.



Paman gadis cilik ini yang bernama Pete Silberry, seperti dimuat The Huffington Post, menuturkan bahwa percakapan terakhir dengan Lauren berlangsung 19 Oktober 2011. Dua hari kemudian, keluarga menelepon lagi dan meminta bantuan tetangga menegok keadaan rumah itu. Para tetangga di situ berkisah bahwa mereka bisa melihat putri Lauren, Shylah, di dalam rumah. Namun sang ibu tak terlihat sama sekali. Lantaran tidak terlihat itu keluarga memutuskan untuk menghubungi polisi.

Setelah dibujuk membuka pintu dengan naik di atas meja, Shylah membuka pintu dan berkata pada polisi "Ibu tak mau bangun," kata Silbery. Dia menambahkan, "Saya membayangkan dia berada di samping ibunya dan mencoba membangunkannya."

Setelah kejadian ini, Shylah harus dirawat di rumah sakit untuk memulihkan diri dari dehidrasi dan mengobati ruam popoknya. "Kondisinya telah membaik dan dia masih ceria. Walaupun begitu, saat kami menguburkan peti mati ibunya, ia menunjuk dan berkata 'Ibu ada di sana'. Itu menyedihkan," ujarnya.

Juru bicara kepolisian Victoria Davis mengungkap, pihak berwenang sedang menunggu hasil otopsi, namun tidak percaya kematian Lauren Silbery disebabkan sesuatu yang mencurigakan.


Kisah yang Mengharukan “Jangan Benci Aku Mama”



Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam, suamiku, memberinya nama Eric. Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan.

Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan & membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah.

Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya.

Saat usia Angelica 2 tahun Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur 4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Angelica. Eric yang sedang tertidur lelap saya tinggalkan begitu saja.

Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang. Setahun, 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun.. telah berlalu sejak kejadian itu.

Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Usia pernikahan kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang.

Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.

Sampai suatu malam. Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak.
Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali. Ia melihat ke arah saya.
Sambil tersenyum ia berkata,
"Tante, Tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada Mommy!"
Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya,
"Tunggu..., sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?"
"Nama saya Elic, Tante."
"Eric? Eric... Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric?"
Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga.

Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film yang diputar di kepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa jahatnya perbuatan saya dulu. Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati..., mati..., mati... Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas kembali di pikiran saya. Ya Eric, Mommy akan menjemputmu Eric...

Sore itu saya memarkir mobil biru saya di samping sebuah gubuk, dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang sebenarnya terjadi?"
"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal yang telah saya lakukan dulu." tetapi aku menceritakannya juga dengan terisak-isak. ..

Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian. Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tempati beberapa tahun lamanya dan Eric.. Eric...

Saya meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu. Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan membuka pintu yang terbuat dari bambu itu. Gelap sekali... Tidak terlihat sesuatu apa pun!
Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu.

Namun saya tidak menemukan siapa pun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama... Mata saya mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya. .. Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, saya pun keluar dari ruangan itu... Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor.

Ternyata ia seorang wanita tua. Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau.
"Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau ke sini?!"
Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?"
Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, 'Mommy..., Mommy!' Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan & mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..."

Saya pun membaca tulisan di kertas itu...

"Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..."

Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan... katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan meyayanginya sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong katakan..!!"
Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.
"Nyonya, semua sudah terlambat. Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana ... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya disana. Nyonya, dosa Anda tidak terampuni!"

Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi.


Loading

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More