Tampilkan postingan dengan label Dunia Hewan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Hewan. Tampilkan semua postingan

29/04/12

Peternakan Rusa di Russia (sadis)

Peternakan rusa di Russia, peternakan ini dibuat
karena tingginya permintaan tanduk rusa…
ya tanduk rusa, KATANYA untuk obat-obatan….
di ekspor ke China dan sekitarnya….
tahu apa yang dilakukan mereka?? let’s cekidot gan…
WARNING: buat PENYAYANG BINATANG, GA KUAT HATI, LEMAH JANTUNG…mendingan JANGAN DILANJUTIN……








kalo udah dipotong tanduknya…rusanya diapain????
Orang-orang ini memakan rusanya MENTAH…ya mentah

11/04/12

Jika Nyamuk Punah dari Muka Bumi Apa yang Terjadi??


Inilah yang Terjadi 


Nyamuk, mahluk yang satu ini mungkin adalah salah satu mahluk bumi paling dibenci manusia, disebut juga mengganggu dan juga menyebarkan wabah penyakit. namun dari banyaknya pengaruh positif dari nyamuk ini ternyata hal yang besar bisa terjadi jika nyamuk dimusnahkah dari muka bumi.





Dari lebih dari 3.500 spesies nyamuk di muka bumi ini, sebenarnya hanya ada ratusan spesies yang menyerang manusia. Namun, tak dapat dipungkiri, nyamuk menjadi salah satu musuh utama, karena menularkan berbagai penyakit mematikan.


Berbagai upaya pernah dilakukan oleh manusia untuk melenyapkan nyamuk, terutama jenis tertentu yang menularkan penyakit. Sebagian besar memang masih sebatas riset di laboratorium, namun prospeknya cukup menjanjikan.


Salah satunya pernah dilakukan oleh tim dari University of Oxford. Rekayasa genetika yang dilakukan tim tersebut berhasil menciptakan nyamuk jantan yang jika mengawini nyamuk betina, maka akan menghasilkan nyamuk tak bersayap.


Meski bisa menggigit, nyamuk mutan tersebut tidak bisa terbang, karena tidak memiliki sayap. Karena nyamuk betina harus terbang untuk bisa minum darah, lama-kelamaan nyamuk tidak bisa berkembang biak, lalu punah.


Dengan teknologi yang sama, tim dari University of Arizona juga pernah menghasilkan nyamuk anophales yang kebal virus malaria. Meski tidak bertujuan untuk memusnahkan nyamuk, cara ini juga bertujuan untuk melenyapkan penyakit malaria.


Seandainya nyamuk-nyamuk mutant itu bisa diproduksi secara masal lalu dilepas ke alam dan menyebabkan kepunahan, dampak seperti apa yang akan terjadi?


Dikutip dari Nature ,dampak paling besar dari punahnya nyamuk akan terjadi di habitat tundra (padang es), kutub utara. Di tempat yang merupakan sarang terbesar bagi spesies nyamuk Aedes Impiger dan Aedes Nigripes , migrasi burung akan berkurang hingga 50 persen, karena berkurangnya salah satu makanan kesukaan para burung.


Migrasi satwa yang lain juga akan terpengaruh, antara lain karibu atau sejenis rusa kutub. Ribuan karibu yang sebelumnya menghindari gigitan nyamuk akan menyerbu wilayah tundra, lalu diikuti para serigala yang merupakan predator utama para karibu.


Spesies ikan pemakan nyamuk, Gambusia affinis juga terancam punah, jika nyamuk sudah tidak ada. Punahnya ikan ini sedikit banyak tentunya juga akan berdampak pada rantai makanan yang terjadi di perairan air tawar.


Terlebih lagi, larva atau jentik nyamuk turut memegang peran dalam penguraian sampah organik. Saat berada di genangan air, jentik-jentik tersebut mendapatkan nutrisi untuk tumbuh dari sisa-sisa tanaman yang membusuk.


Namun, banyak kalangan menilai, dampak yang terjadi di ekosistem tersebut, sebanding dengan tingkat kematian pada manusia akibat gigitan nyamuk. Malaria misalnya, tercatat menelan 247 juta korban jiwa di seluruh dunia setiap tahunnya.


Apalagi para pakar meyakini, berbagai jenis insektivora (pemakan serangga) tidak akan terlalu kesulitan beradaptasi untuk beralih memangsa serangga lain jika sudah tidak ada nyamuk. Sedangkan untuk penguraian sampah organik, peran jentik nyamuk bukan tak tergantikan karena masih banyak jenis pengurai yang lain.

02/04/12

Alasan Harga Tokek Mahal

http://gendonentong.blogspot.com/

Alasan Harga Tokek Mahal -Tokek, hewan reptil yang suaranya sering muncul di rumah, kebun, gedung, atau bahkan hutan itu kini harganya makin mahal. Tokek berkaki empat mirip cicak itu lebih sering dijumpai di rumah dan kini makin mudah diperoleh di pasaran untuk berbagai keperluan.

Apa yang menjadikan tokek mahal harganya? Hal itu ternyata bukan karena suaranya yang sering bunyi tanpa diduga dan berulang-ulang satu periode, tetapi lebih pada kandungan dari tokek itu sendiri, yang otomatis untuk memanfaatkannya harus disembelih atau dimatikan.

Mengapa Harga Toket Mahal Di Kampus

Tokek rumah atau cicak besar bernama latin Gekko gecko dikenal di beberapa tempat dengan sebutan berbeda, misalnya tekek atau tokek, (Jawa), tokok (Sunda), dan tokay gecko atau tucktoo (Inggris).

http://gendonentong.blogspot.com/

Tokek rumah memiliki bintil besar-besar di punggungnya dengan warna berbeda-beda dan hal ini satu di antara pembeda jika dibandingkan dengan cicak kecil. Warnanya bermacam-macam, dari warna abu-abu kebiruan sampai kecoklatan, dengan bintik-bintik berwarna merah bata sampai jingga.

Adapun warna perut tokek abu-abu biru keputihan atau kekuningan dan ekornya juga memiliki enam baris bintil belang-belang. Di bagian jari-jari kakinya terdapat bantalan pengisap sehingga ia bisa lengket di dinding tembok atau pohon.

Tokek menjadi mahal dan dicari orang karena konon bisa menyembuhkan orang yang mengidap HIV atau AIDS. Penyakit mematikan itu menyerang sistem imun tubuh dan belum ada obat medis yang mampu mengatasinya. Oleh sebab itu, ramuan tradisional dari tokek dipercaya sebagai ramuan paling mujarab untuk hal itu.

Bagian lidah tokek dan darahnya dikabarkan mengandung zat yang bisa melawan virus HIV. Tokek yang memiliki khasiat itu adalah tokek berbobot lebih dari 3 ons dan dalam keadaan hidup.

Selain lidah, empedu tokek konon juga mujarab untuk pengobatan orang yang mengidap AIDS. Kabar beginilah yang membuat orang harus membelinya dengan harga mahal demi menyelamatkan nyawanya.


Bagian empedu tokek juga mengandung senyawa anti-tumor dan kanker sehingga bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Adapun sejak zaman nenek moyang, daging tokek secara keseluruhan bisa menyembuhkan berbagai penyakit gatal. Banyak orang memberikan kesaksian bahwa penyakit kulit gatal-gatal bisa sembuh dengan tokek yang dibakar atau digoreng.

Harga tokek bervariasi tergantung berat badan dan usia tokek itu sendiri. Lokasi khusus penjualan tokek ada di beberapa daerah, seperti Jakarta, Batam, Banjarmasin, Makassar, Pontianak, Surabaya, dan Solo serta kota lainnya.


Di Pasar Jatinegara, Jakarta, juga terdapat pasar hewan yang menyediakan berbagai macam satwa, dan langka sekalipun, dengan harga murah.

Harga tokek dengan berat badan kurang dari 1,5 ons masih pada kisaran Rp 200.000. Namun, bila sudah besar, sekitar 2 ons, dan sudah tua, maka harganya bisa mencapai Rp 5 juta.

Jika nasib mujur, maka penjual bisa melepas tokek seberat lebih dari 3 ons atau 4 ons dengan harga Rp 100 juta. Harganya akan lebih mahal lagi jika sudah mencapai 1 kilogram dan dibeli langsung dari pembeli Korea, China, atau Malaysia. Harganya bisa lebih dari Rp 200 juta.

Tokek raksasa yang pernah ditemukan di pedalaman Kalimantan memiliki berat hingga 64 kilogram dan terjual dengan harga Rp 179 miliar, dibeli oleh pengusaha Korea melalui orang Malaysia.

30/03/12

Kenapa Namanya "TOMCAT"



Serangga TOMCAT belakangan menghebohkan masyarakat karena menyerang warga Surabaya. Korban serangan tomcat mengalami dermatitis, kulitnya seperti melepuh, mengeluarkan cairan, dan merasa gatal.

Di balik persoalan mencegah serangan, mengobati luka yang ditimbulkan, maupun apa penyebab munculnya serangga ini, ada hal lain yang cukup menarik, yakni soal nama. Mengapa diberi nama tomcat?

Guru Besar Ilmu Serangga dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Aunu Rauf, mengungkapkan bahwa serangga tomcat adalah serangga yang tak asing bagi masyarakat Indonesia.

Di beberapa wilayah Indonesia, serangga tomcat sering kali disebut semut kanai atau semut kayap. Menurut Aunu, kumbang ini sejatinya merupakan spesies kumbang Paederus fuscipes.

"Masyarakat menyebutnya tomcat, mungkin karena bentuknya sepintas seperti pesawat tempur Tomcat F-14," ungkap Aunu lewat e-mail kepada Kompas.com, Selasa (20/3/2012).

Nama tomcat sendiri sebenarnya di luar negeri merupakan merek produk pengontrol populasi hewan pengerat dan produk lem semut. Tomcat juga merupakan produk pestisida.

Kumbang tomcat dalam bahasa Inggris juga sering disebut rove beetle. Jenis kumbang ini mencakup famili Staphylinidae, terdiri dari ribuan genus dan kurang lebih 46.000 spesies.

Spesies Paederus fiscipes adalah salah satu jenis kumbang yang masuk dalam genus Paederus. Totalnya, ada sekitar 12 spesies yang masuk genus tersebut.

Ciri-ciri serangga ini adalah memiliki kepala warna hitam, dada dan perut berwarna oranye, dan sayap kebiruan. Warna mencolok berfungsi sebagai peringatan bagi predatornya, bahwa serangga ini punya racun. Ukurannya sekitar 7-10 mm.

Tomcat biasa hidup di persawahan. Pada siang hari, serangga ini biasa terbang di tanaman padi untuk mencari mangsa berupa wereng dan hama padi lainnya.

"Jadi, sebetulnya kumbang tomcat ini atau Paederus fuscipes adalah serangga yang bermanfaat bagi petani karena membantu mengendalikan hama-hama padi," jelas Aunu.

Pada malam hari, serangga ini cenderung tertarik pada cahaya lampu. Hal inilah yang menurut Aunu memicu masuknya tomcat ke rumah atau apartemen warga di Surabaya.

Adapun dermatitis yang dialami warga diakibatkan oleh racun paederin yang diproduksi serangga dengan bantuan bakteri. Racun akan keluar saat serangga dalam bahaya atau dipencet.

Terkait dengan pencegahan serangan-serangga ini, Aunu mengimbau masyarakat untuk menutup jendela atau pintu rapat saat malam sebelum menyalakan lampu. Ventilasi jendela bisa ditutup dengan kain kasa untuk memperkecil kemungkinan tomcat masuk.

Warga juga diimbau tidak memencet jika serangga hinggap di bagian tubuh, cukup menghalau dengan kertas atau tiupan. Bila sampai terkena racun, maka langkah pertama adalah membasuh kulit dengan sabun beberapa kali.

19/03/12

Foto-Foto Remaja 19 Tahun Taklukkan Buaya Raksasa!

Foto-Foto Remaja 19 Tahun Taklukkan Buaya Raksasa!
Seorang remaja berusia 19 tahun bernama Tim Stroh asal Florida, Amerika Serikat (AS), berhasil menangkap seekor buaya. Demikian dilansir Daily Mail,

Stroh bertinggi 6 kaki 3 inchi (191 sentimeter) dan berat 73 kilogram sementara buaya tersebut jika ditegakkan panjangnya sekitar 12 kaki 3 inchi (3,73 meter) dan beratnya 363 kilogram. Meski buaya itu ukurannya lebih besar namun ia berhasil menaklukkan mahluk mematikan yang merupakan buaya paling besar di negara bagian itu.

Petualangan itu dimulai saat Tim menemani ibu dan ayahnya, Rachel dan Steven, untuk berburu hewan buas bersama seorang teman keluarga mereka bernama Rusty Griffenberg di St Lucie River.

Griffenberg pertama kali berhasil memancing buaya itu dengan pancingan khusus namun gagal. Tim dibantu ayahnya kemudian berusaha menaklukkan hewan buas itu dengan semacam alat pancing biasa.

Pergulatan itu ibarat kisah David dan Goliath dan akhirnya Tim berhasil menarik buaya itu ke atas perahu. "Saya kira panjangnya hanya sembilan kaki. Tetapi, saya terkejut melihat alangkah besarnya," kata Tim.

"Saya tidak menariknya dengan lengan, saya melakukannya dengan menggunakan kaki saya dan itu sungguh sulit. Namun akhirnya berhasil dan saya bisa bersenang-senang," katanya. Foto lengkapnya ada di sini.











11/03/12

Laba - Laba Menguasai New South Wales Australia



Sekilas tanah luas ini seperti ditutupi salju, tapi sebenarnya ini merupakan selimut putih lebar karya jutaan laba-laba di Australia.

Seperti air banjir, tiba-tiba saja laba-laba dalam jumlah yang sangat banyak memanjat pohon dan semak-semak, membuat jaring ketika mereka naik, di Kota Wagga Wagga, New South Wales



Hasilnya adalah pemandangan yang menakjubkan ini, lapisan jaring yang berkilau menutupi hampir disemua tempat yang terlihat.



Warga Wagga Wagga yang baru saja kembali dari pengungsian akibat daerah mereka dihantam banjir merasa heran, ketika melihat ladang disekitar rumah mereka berubah dari hijau menjadi putih.

akibat jaring laba-laba:




























Capung Kawin,Udah Pernah Liat Gan??[Unik]



Mark Bridger berhasil menangkap momen yang tepat saat dua ekor capung sedang bersama dengan posisi bentuk hati. Ada serangga lainnya yang juga ingin bergabung.

Gambar tersebut terlihat seperti panah yang melesat di papan hati. Dengan kata lain, itu adalah seperti simbol dari "Panah Cupid", yang dikenal sebagai Dewa Cinta dalam mitologi Yunani.

"Saya punya waktu luang hanya beberapa jam saja sebelum kembali bekerja. Akhirnya, saya memutuskan untuk pergi dan mengambil beberapa gambar di taman nasional Sevenoaks," ujar Bridger seperti dikutip Daily Mail, Rabu (7/3/2012).

"Sebenarnya, saya tidak mendapatkan gambar yang diinginkan. Secara tidak sengaja saya melihat dua ekor capung dengan bentuk hati dan memutuskan untuk memotretnya. Saya melihat ada satu lagi yang nampaknya ingin ikut bergabung. Itu terjadi pada akhir musim panas," ujar pria yang berusia 43 tahun.

"Sampai di malam harinya, ketika saya ingin menyimpan gambar tersebut, saya baru terpikir bahwa posisi capung tersebut terlihat seperti panah yang sedang melesat ke papan berbentuk hati. Itu sangat menakjubkan," tambahnya.

"Saya menunjukkan gambar itu kepada istri saya dan dia berkata, 'Lucu, itu sepertinya panah Cupid'," ujar ayah dari satu orang anak.

Sebelum masa kawin, kelompok serangga jantan dan betina sering melakukan kontak fisik untuk menilai calon pasangan mereka. Serangga Betina menilai serangga jantan berdasarkan bentuk dan ukuran.






10/03/12

10 Penemuan Binatang Unik Yang Palsu[HOAX]

Para ilmuan dan peneliti selalu bekerja keras untuk menemukan hal hal baru yang ada di bumi kita ini salah satunya adalah penemuan Binatang. Tapi taukah kalian ternyata ada penemuan binatang yang menghebohkan di dunia ini karena keanehanya yang ternyata hanyalah kebohongan belaka.

Nah mau tahu binatang apa aja itu yang menghebohkan dan Ternyata HOAX simak tulisan berikut ini.

1. Vampire Monkey


Seperti yang kita ketahui tentang vampire, maka hidup monyet vampire ini tergantung dari menghisap darah makhluk lain. Uniknya makhluk ini dalam beraktivitas banyak menggunakan tangannya, seperti halnya manusia. Spesies ini diyakini sebagai mata rantai yang putus dari evolusi manusia hingga berbentuk seperti sekarang. Keunikan lainnya, monyet ini seperti burung yang menenun sarangnya.

2. Blue Merman

Ditemukan di Pulau Sado. Mirip spesies kadal atau bunglon. Makhluk ini juga berbahaya pada tangan-tangannya yang bisa mengembang. Bila usianya semakin bertambah, binatang ini akan terlihat mirip kodok.

3. Giant Cuphacabra’s Snail

Keong raksasa yang ditemukan dari laut terdalam. Kakinya seperti chupacabra, karena itu diberi nama siput chupacabras.

4. Giant Carniverous Snail

Siput pemakan daging terbesar di dunia ini, ditemukan awal tahun 2007. Siput ini juga punya senjata racun yang konon sangat mematikan.

5. Two Headed Baby (Mummy)

Mumi bayi berwajah dua ini kini berada di museum kedokteran di Coney Island Hospital.

6. Giant Sea Dragon

Disebut naga laut raksasa ditemukan di dasar laut Pulau Awaji. Makhluk ini diduga telah punah pada awal abad ke-20.

7. Prehistoric Horseshoe Crabsprehistoric

Dua spesies baru kepiting ladam, diduga hidup pada masa pra sejarah sekitar 400 juta tahun lalu. Baru baru ini, kepiting purba ini ditangkap oleh tim peneliti dasar laut dari Universitas Higashi Osaka Jepang. Masih ada empat species kepiting purba yang diindetifikasi hidup 250 juta tahun lalu.

8. Human Faced Ant


Penemuan kali ini tidak kalah aneh, semut berwajah manusia. Dalam mitologi India, dipercaya orang bertabiat buruk akan bereinkarnasi menjadi semut. Ada banyak semut-semut berwajah manusia yang ditemukan di India, melebihi di negara manapun. Salah satu contohnya adalah yang dimiliki Dr. Takeshi Yamada yang merupakan hasil ekspedisi tahun 2004. Coney Island Anthropoliogical Institute juga memiliki koleksi ini.

9. St. Helena Giant Earwig

Makhluk yang berasal dari St Helena ini, diduga telah punah pada beberapa decade yang lalu diduga karena pembangunan pelabuhan udara internasional di sana. Himpunan ilmuwan dan pemerhati entomologists melakukan protes dalam beberapa tahun terakhir yang menyebabkan punahnya spesies ini. Penelitian yang dipimpin Dr. Takeshi Yamada pada 2005 menemukan beberapa spesies baru earwigs raksasa. Penelitian ini merupakan bagian dari program yang dilakukan di Coney Island University.

10. Fiji Mermaid

Fiji Mermaid sepanjang 6 kaki mirip putri duyung ditemukan di Shikoku, Jepang. Disebut Ningyo Shinko. Banyak tempat keramat agama Shinto dan kuil Budha mengabadikan mermaid ini sebagai makhluk suci. Orang datang untuk bersembahyang di tempat-tempat ini setiap hari.


08/03/12

Burung Hantu Tertawa Tertangkap Kamera[REAL]



WASHINGTON - Pernah melihat seekor burung hantu tersenyum? Inilah yang terlihat dari seekor burung hantu ini rupanya sedang menikmati kebahagiaan dalam hidupnya.

Burung hantu yang tengah bertengger di cabang pohon Taman Nasional Olympic, di Washington. Jelas sedang berbahagia, jika dilihat dari senyumnya yang mengembang.

Dia menggerakan kepalanya, menutup mata dan mengembangkan senyum saat bertengger di sebuah pohon Taman Nasional Olympic, di Washington.

"Pada awal musim semi di bulan Februari, beberapa burung hantu terbang ke taman Washington untuk mencari makanan," ujar fotografer Tin Man Lee seperti dikutip Daily Mail, Kamis (1/3/2012).

"Berada di tempat itu cukup menantang, ketinggiannya lima mil dari permukaan tanah dan dapat merasakan angin kencang dari Samudera Pasifik. Saya membawa peralatan kamera dan harus mengambil posisi dengan cara berlutut. Itu menyakitkan, tapi memang pantas untuk mendapatkan hasil potretan tersebut," ujar sang fotografer.

"Saya pikir awalnya burung hantu itu menguap, tapi tampaknya tersenyum. Burung hantu biasanya menutup mata mereka pada siang hari, sehingga benar-benar luar biasa untuk melihat yang satu ini dengan wajah yang lucu," ujar pria yang berasal dari Los Angeles tersebut.

Taman Olympic memang dikenal sebagai berkumpulnya berbagai spesies binatang. Taman itu ditetapkan sebagai taman nasional pada tahun 1938 dan terletak di barat laut kota Washington dan terkenal karena keanekaragaman ekosistemnya.

Pada taman itu terdapat pula puncak gletser yang diselingi padang rumput yang luas dan sebelas sungai mengairi pegunungan Olympic.

Taman tersebut dibangun di sekitar 62 mil dari garis pantai dan kaya akan hewan asli dan spesies tanaman, termasuk populasi yang terancam punah.


28/02/12

Serangga Bewarna Pink yang Langka & Very Beauty

Katydids adalah serangga berwarna pink yang merupakan salah satu serangga langka yang sangat sulit ditemukan.Serangga ini memiliki tubuh yang mirip seperti jangkrik.Warna pink yang sangat mencolok dan indah membuat serangga ini harus ekstra hati-hati terhadap para pemangsa.






23/02/12

UDANG RAKSASA SEPANJANG TANGAN MANUSIA

Udang raksasa yang masuk dalam golongan hewan Crustacea ditemukan di palung laut sedalam 7 kilometer di perairan Selandia Baru. Makhluk yang ditemukan disebut "supergiant". Hewan ini masuk dalam ordo Amphipoda, kelompok hewan Crustacea yang tak punya karapas dan memiliki kaki dada (thorax) hampir serupa. Amphipoda memiliki bentuk serupa udang. Biasanya, hewan ini hanya berukuran 2-3 cm. Namun, supergiant yang ditemukan di Palung Kermadec ini berukuran 34 cm, 10 kali lebih besar.



James Jamieson, ilmuwan dari Oceanlab di Universitas Aberdeen, mengatakan, "Ini mirip seperti menemukan kecoa yang ukurannya sebesar kaki." "Saya berhenti dan berpikir. Apa yang telah saya temukan. Amphipoda ini jauh lebih besar dari yang saya kira," tuturnya seperti dikutip BBC. Hewan aneh ini ditemukan dengan metode large trap metal dengan bantuan kamera yang dilengkapi pelindung kaca untuk mengatasi masalah tekanan di laut dalam.

Sejumlah 9 spesimen difilmkan dan 7 diambil. Tim yang terlibat adalah dari Universitas Aberdeen di Skotlandia dan National Institute of Water and Atmospheric (NIWA) Research di Selandia Baru. Spesimen terbesar yang diambil berukuran 28 cm. Sementara spesimen terbesar yang berhasil diabadikan dengan kamera berukuran 34 cm.

Peneliti mengungkapkan, amphipoda banyak ditemukan di palung laut yang berukuran lebar dan dalam hingga "terowongan" di lautan yang dalamnya 11 km. Hewan ini kecil, tetapi sangat aktif. Amphipoda juga dikenal hidup di lingkungan dengan tekanan yang jauh lebih tinggi dari tekanan di permukaan laut.

Nama supergiant dikenalkan pada tahun 1980 ketika menemukan jenis ini di perairan Hawaii. Namun, spesimen yang ditemukan sekarang jauh lebih besar. Dr Ashley Rowden dari NIWA mengatakan, "Ini hanya menunjukkan bahwa semakin banyak Anda mencari, semakin banyak juga yang Anda temukan." "Untuk hewan besar dan mencolok dan tak ditemukan dalam jangka waktu lama, ini tanda betapa kecil yang kita tahu tentang kehidupan terdalam dan unik di Selandia Baru," kata Rowden. Selama beberapa tahun belakangan, ilmuwan selalu dikejutkan oleh temuan kehidupan laut dalam. Kini, selain menemukan amphipoda, ilmuwan juga menemukan isopoda di kedalaman 7,7 km.

Paus Narwhal, Satu-satunya Ikan Paus Bertanduk di Dunia



Narwhal (Monodon monoceros) adalah nama salah satu paus yg paling tidak diketahui manusia. Nama “narwhal” berasal dari bahasa Norse Kuno yg berarti “paus mayat”. Nama itu diberikan karena kebiasaannya yg kadang-kadang berenang tak bergerak di permukaan laut dengan posisi perut menghadap ke atas & warna tubuhnya yg bertotol-totol kelabu seperti pelaut yg tenggelam. Mereka diketahui hanya hidup di seluruh perairan Kutub Utara, tepatnya di Samudera Arktik. Narwhal adalah paus bergigi & termasuk karnivora yg memakan hewan-hewan laut seperti ikan, udang, atau cumi-cumi

Tanduk spiral narwhal yang misterius ternyata berfungsi sebagai sensor raksasa yang membantunya mengetahui kualitas air dan untuk “mencium” narwhal lainnya.



Tanduk paus narwhal yang panjangnya bisa mencapai 2,4 meter itu telah sejak lama menjadi teka-teki para ahli alam dan pemburu. Penjelasan mengenai fungsinya pun seringkali menimbulkan perdebatan, begitu kata Dr. Martin Nweeia, seorang peneliti Harvard School of Dental Medicine.

Menurut Nweeia, tanduk tersebut sepertinya memiliki kemampuan penginderaan hidrodinamik. Ia mengungkapkan hal ini dalam prsentasi di Konferensi mengenai Biologi Mamalia Laut di San Diego.



Narwhal (Monodon monoceros) adalah sejenis paus yang termasuk sangat langka. Panjang tubuhnya mencapai 4 hingga 4,5 meter, dan kebanyakan dijumpai di perairan lautan Artik sekitar Kanada, tapi kadang juga terlihat jauh ke timur hingga Rusia.

Tim Nweeia menemukan bahwa tanduk narwhal serupa dengan membran dengan permukaan yang amat sensitif. Ada sekitar 10 juta saraf yang terhubung ke permukaan tanduknya, guna mendeteksi perubahan suhu, tekanan, dan kadar garam air.

“Tidak ada sesuatu yang sebanding dengannya di alam dan tak ada yang lebih unik dari tanduk narwhal dalam hal bentuk, kenampakan, dan fungsinya.

Setiap paus narwhal (Monodon monoceros) juga menggunakan suara untuk berkomunikasi satu sama lain seperti halnya lumba-lumba atau ikan paus lainnya. Bahkan, masing-masing kemungkinan memiliki suara unik yang juga menunjukkan identitasnya.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa mamalia laut menggunakan sinyal suara untuk berkomunikasi satu sama lain di dalam air. Penelitian terakhir bahkan menunjukkan bahwa paus punya dialek.

Namun, belum banyak penelitian yang mempelajari identitas suara seperti yang diguankan paus narwhal. Para penelitinya yakin paus narwhal menggunakan suara untuk mengenali sesamanya dan membedakan satu individu dengan individu lainnya.

Hal tersebut disimpulkan para ilmuwan setelah mempelajari suara tiga ekor narwhal di Teluk Admiralty di Pulau Baffin, Kanada. Mereka menggunakan perekam elektronik yang ditempel di badan mamalia raksasa tersebut.

“Untuk pertama kalinya, kami benar-benar dapat mengikuti hewan tersebut kapan saja mereka bersuara dan ke mana saja mereka bergerak,” kata Ari Shapiro dari the Woods Hole Oceanographic Institution.

Meskipun salah satu alat perekamnya hilang, dua yang tersisa telah menunjukkan bentuk suara yang berlainan, berupa suara siulan dan denyutan. Shapiro menunjukkan bahwa kedua jenis suara bukanlah sinyal yang dipakai untuk bertukar informasi mengenai sumber makanan, tapi sekedar menunjukkan identitas individu dalam komunikasi sosial.

Apa yang dilakukan paus narwhal mirip dengan lumba-lumba hidung botol yang juga mengeluarkan suara siulan untuk berkomunikasi. Meskipun data-data mengenai komunikasi di antara paus narwhal masih minim, para ilmuwan yakin ia memiliki pendengaran yang sangat peka seperti halnya paus lainnya.

Mereka rutin melakukan migrasi hingga ribuan kilometer dan berkelompok. Maka dengan suara yang berbeda-beda, masing-masing dapat membedakan individu dalam kelompoknya atau kelompok lainnya. Hasil penelitian ini dimuat dalam Journal of Acoustical Society of America edisi September 2006.







Loading

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More